News

Wamen PU: Sekolah Rakyat Perluas Akses Pendidikan bagi Masyarakat Miskin

Dengan adanya Sekolah Rakyat, mereka yang desil satu (miskin ekstrem) dan desil dua (miskin) mendapatkan kesempatan untuk sekolah. Ini mendorong peningkatan akses pendidikan

Jakarta (KABARIN) - Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti menyatakan program Sekolah Rakyat membuka peluang lebih luas bagi masyarakat miskin untuk memperoleh pendidikan.

Menurut Diana, program tersebut menyasar kelompok desil satu (miskin ekstrem) dan desil dua (miskin) agar mendapatkan akses sekolah yang lebih baik. Ia menilai langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan pemerataan pendidikan.

Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjangkau kelompok masyarakat kurang mampu yang selama ini menghadapi keterbatasan dalam mengakses pendidikan formal.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menargetkan pembangunan 97 titik Sekolah Rakyat tahap II rampung pada Juni 2026. Percepatan pembangunan dilakukan agar fasilitas tersebut dapat digunakan pada tahun ajaran baru sesuai rencana.

Dody menjelaskan progres pembangunan di berbagai daerah masih belum merata, sehingga diperlukan konsolidasi harian, penguatan pengawasan, serta sinergi lintas unit di lingkungan kementerian.

Berdasarkan data Kementerian PU per 14 April 2026, sekitar 20 persen titik pembangunan telah mencapai progres 30–40 persen. Namun, masih terdapat sekitar empat lokasi yang belum memulai pekerjaan atau masih berada pada tahap awal, serta sekitar 70 titik lainnya dengan progres di bawah 30 persen.

Untuk mempercepat penyelesaian, Kementerian PU melibatkan sejumlah unit teknis seperti Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, Cipta Karya, dan Bina Marga guna mendorong percepatan pekerjaan di lapangan.

Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: